Posted by: Faperta Unlam | March 17, 2010

REUNI AKBAR ALUMNI FAKULTAS PERTANIAN UNLAM

Fakultas Pertanian Unlam didirikan pada 29 Oktober 1960 dan diresmikan 3 Oktober 1961 oleh Prof. Dr. Ir. Tojib Hadiwidjaja selaku Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan. Di usianya yang hampir setengah abad, Faperta sebagai fakultas tertua dan terkemuka yang keberadaannya bersamaan dengan diresmikannya Universitas Lambung Mangkurat sebagai Perguruan Tinggi di Kalimantan Selatan telah meluluskan lebih dari 3000 alumni yang berkiprah di berbagai sektor, antara lain sebagai birokrat (legislatif dan eksekutif), akademisi, praktisi, pengusaha BUMN dan swasta.

Pada tanggal 10-11 Maret 2010, Himpunan Alumni Fakultas Pertanian (Haftan) mengadakan Reuni Akbar untuk seluruh angkatan yang dipusatkan di Kampus Faperta Unlam yang bertemakan ”Dengan Semangat Kebersamaan Kita Tingkatkan Peran Serta Alumni Terhadap Pengembangan Almamater”. Acara ini bertujuan selain sebagi media silaturahmi (badadapatan) antar alumni yang telah sekian lama berpisah, juga tentunya yang lebih penting adalah sebagai media untuk menyumbangkan pemikiran yang konstruktif dalam mengembangkan Fakultas Pertanian, serta melibatkan peran alumni dalam pengembangan SDM Pertanian.
Selain acara badadapatan, beberapa kegiatan juga diselenggarakan sebagai sebuah rangkaian acara, antara lain: penghijauan, Pelantikan pengurus Haftan 2010-2013, Pameran pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, Urun Rembug Alumni, serta Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Lingkungan. Reuni yang dihadiri hampir 1000 alumni ini juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan (Rudy Ariffin), dan juga Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Ahmad Diran) yang juga merupakan salah satu alumni. Dalam acara Urun Rembug, beberapa alumni sukses, salah satunya adalah M. Thaib Sangaji (owner produsen Ladaku) berkenan menyampaikan tip-tip dalam berwirausaha dan juga membahas kerja sama yang dimungkinkan antara stakeholder dengan Fakultas khususnya dalam pengembangan SDM.
Untuk acara Seminar Nasional yang sedianya akan dihadiri oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, berhubung masih dalam kunjungan negara ke Australia bersama Presiden SBY, maka Deputi Kementerian Negara Lingkungan Hidup hadir menggantikan beliau sebagai keynote speaker. Sebagai pembicara, hadir Bapak Prof. Dr. Irsal Las (Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan) yang menyampaikan makalah tentang pengembangan pertanian dalam rangka menghadapi global warming. Pembicara kedua adalah Dr. Ir. Bambang Setiadi (Kepala Badan Standarisasi Nasional) dengan makalah berjudul Paradigma Baru Penatagunaan Lahan dalam Menghadapi Global Warming. Acara ini dihadir hampir 1000 peserta baik dari kalangan alumni, dosen, staf dan mahasiswa.

Posted by: Faperta Unlam | March 17, 2010

WORKSHOP DAN INSTALASI ALAT PCR

Mulai bulan Februari ini sebuah alat PCR (Polymerase Chain Reaction) System telah bergabung dalam jajaran fasilitas laboratorium di Fakultas Pertanian UNLAM. Alat ini merupakan hibah yang dimenangkan dari kompetisi Program Revitalisasi Pembangunan Pertanian. PCR merupakan alat pendukung dalam bidang biologi molekuler yang dapat menganalisa karateristik DNA sehingga dapat diaplikasikan untuk pengujian kekerabatan/galur tanaman dan hewan (dapat digunakan juga dalam kasus kasus kriminal), dan juga sebagai sistem deteksi dini adanya penyakit dan patogen pada hewan atau tumbuhan.

PCR ini merupakan sebuah sistem instrumen dengan beberapa rangkaian peralatan, antara lain adalah: sebuah Thermocycler (temperature gradient), High Resolution Elektrophoresis, UV-trans beserta PCR laminar, dan juga peralatan pembuatan media agar. Alat ini juga dilengkapi dengan sistem dokumentasi dan analisis data yang canggih, sehingga sangat mudah dalam pengoperasian dan akurat dalam proses analisa data.

Untuk mendukung implementasi alat PCR dalam sistem manajemen laboratorium Fakultas Pertanian Unlam, maka pada tanggal 23-24 Februari 2010 diselenggarakan sebuah acara workshop bagi seluruh staf laboran dan dosen-dosen terkait. Sebagai pembicara adalah Ibu Elisabeth Maria (PT Sentra Biosains Dinamika – Jakarta) yang menyampaikan berbagai tip dalam pengoperasian alat serta berbagai fungsi dasar dan advance dalam aplikasi di bidang pertanian.

UP.P2M & KTI Fakultas Kedokteran UNLAM bekerjasama dengan Lembaga Penelitian UNLAM menyelenggarakan ”Kegiatan program dan pelatihan pembuatan proposal Hibah Penelitian” yang diselenggarakan pada Hari Senin, tanggal 1 Pebruari 2010 bertempat di Fakultas Kedokteran . Peserta Kegiatan adalah staf /dosen peneliti di Fakultas Kedokteran UNLAM sendiri, dimana tujuan kegiatan dimaksud adalah untuk menstimuli dan meningkatkan mutu staf dalam kompetisi Hibah Penelitian dari program penelitian DP2M Dikti yang secara reguler diselenggarakan setiap tahun.

Pada kegiatan di atas Nara Sumber yang ditunjuk LemLit UNLAM berasal dari Staf/ dosen peneliti dari Fakultas Pertanian UNLAM Banjarbaru sebanyak 2 (dua) staf dosen yang diharapkan mampu memberikan ”transfer knowledge” bagaimana teknik membuat proposal Hibah Penelitian baik Hibah Pekerti maupun Hibah Fundamental yang baik dan kompetitif. Hal ini cukup menggembirakan mengingat memang melimpahnya sumberdaya peneliti unggul yang dimiliki Faperta sejak lama, dan merupakan fakultas yang setiap tahunnya mampu meraih SKIM penelitian berasal dari DP2M Dikti Jakarta yang jumlahnya paling banyak di Universitas Lambung Mangkurat. Hal ini juga diakui oleh fakultas yang lain dimana staf/dosen faperta sebelumnya juga banyak diminta sebagai pemberi materi dan nara sumber bagi kegiatan serupa yang dilaksanakan LemLit sebelumnya.

Penunjukkan sebagai nara sumber berdasarkan Surat Tugas Ketua Lemlit UNLAM No. 013/H8.2/PL/2010, dengan penunjukkan sebagai berikut :

Nama : Dr.Ir. Ismed Setya Budi,MS
Jabatan : Dosen Fakultas Pertanian UNLAM
Materi : Kiat Membuat Proposal Hibah Pekerti

Nama : Dr.Ir. Danang Biyatmoko, M.Si
Jabatan : Dosen Fakultas Pertanian UNLAM
Materi : Kiat Membuat Proposal Hibah Fundamental

Walaupun hanya sehari, kegiatan ini mendapat sambutan baik dari peserta dan menghasilkan banyak proposal baik untuk diikutkan dalam program Hibah Pekerti dan Fundamental DP2M Dikti di tahun 2010 ini. Semoga banyak yang sukses dan lolos seleksi di Jakarta.

Posted by: Faperta Unlam | February 2, 2010

TIM KEMENTRIAN RESTEK, BATAN, dan LIPI BERKUNJUNG KE FAPERTA UNLAM

Selama 2 hari, tim dari Kementrian Ristek, LIPI, dan BATAN mengunjungi Fakultas Pertanian Unlam, Banjarbaru. Kunjungan tim tersebut lebih difokuskan kepada instalasi atau lokasi yang merupakan kegiatan kerjasama antara Kementrian Riset dan Teknologi, BATAN, dan LIPI dengan Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru.

Pada kesempatan tersebut, tim Kementrian Ristek, BATAN dan LIPI setelah bersilaturahim dengan pimpinan Fakultas Pertanian Unlam, berkesempatan berkunjung ke Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP) yang mengolah salah satu hasil dari Pusat Pelatihan dan Diseminasi Teknologi Peternakan dan Pertanian Terpadu (P2DTP2T) Fakultas Pertanian Unlam, yakni susu. Di Laboratorium THP tersebut, susu diolah menjadi susu sterilisasi aneka rasa dan puding susu. Selanjutnya, tim berkunjung ke P2DTP2T Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru yang berlokasi di Desa Sungai Riam, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, ke beberapa petani dan kelompok binaan yang seluruhnya berlokasi di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

Bertempat di Lapangan Murjani dan BPTP Kalsel di Kota banjarbaru 10-12 Nopember 2009, berlangsung acara pertemuan Masyarakat Perlindungan Tanaman dan Hewan Indonesia (MPTHI) ke VIII. MPTHI ini diketuai oleh Soetarto Alimoeso yang sebelumnya bertugas sebagai Dirjen Perlindungan Tanaman di Departemen Pertanian RI (saat ini sebagai kepala BULOG).

Pada kesempatan ini, Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru mengikuti pameran yang diadakan di Lapangan Murjani, Banjarbaru. Beberapa produk yang ditampilkan antara lain: Letupan Empos Tikus (LETI), Tricoplillet tablet, kultur jaringan anggrek, beras organik, dan telur bebek organik. Beras dan telur bebek organik ini merupakan produksi dari Community Development (COMDEV) IM-HERE Universitas Lambung Mangkurat di Desa Tinggiran Baru, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Produk lainnya adalah susu sapi segar dan puding susu yang merupakan produksi Pusat Pelatihan dan Diseminasi Teknologi Peternakan dan Pertanian Terpadu (P2DTP2T) Fakultas Pertanian Unlam yang berlokasi di Desa Sungai Riam, Kabupaten Tanah Laut , Kalimantan Selatan.

Selain pameran, dalam kegiatan pertemuan MPHTI ke-8 diadakan juga diskusi panel, seminar, pelatihan-pelatihan PHT, dan sekolah lapang iklim, serta aplikasi dan pemeliharaan peralatan aplikasi pertisida dari perusahaan formulator pestisida yang ada di Kalsel. Kegiatan ini diikuti antara lain oleh utusan dari kelompok tani dari Kabupaten/Kota di Kalsel, utusan dari BPTPH se Indonesia, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan se Indonesia, BPTP Perkebunan Medan, BPTP Pontianak, Balai Besar Peramalan OPT, BALITTRA, unsur-unsur Perguruan Tinggi yang terkait, formulator dan distributor pestisida, serta pencinta tanaman hias.

Posted by: Faperta Unlam | February 1, 2010

SOSIALISASI JEPA-JEPA DI KANTIN MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN

Pada tanggal 22 Oktober 2009 telah diselenggarakan makan gratis dari jepa-jepa di kantin mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Acara ini terselenggara atas kerjasama Fakultas Pertanian dengan Badan Ketahanan Pangan Propinsi Kalimantan Selatan dalam rangka pelaksanaan Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Gizi (P2KPG).

Kegiatan di atas dihadiri oleh Bapak DR. Ir. Dahrul Syah, MSc sebagai ketua Tim Pemberdayaan Perbaikan Ekonomi dan Gizi Keluarga, Pusat Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan sekaligus Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Ibu Nita sebagai Kepala Bidang Konsumsi Pangan, Badan Ketahanan Pangan Pusat, Bapak Apriyanto dari Badan Ketahanan Pusat, Bapak Ir. Hardy L. Mantir, MT sebagai kepala Badan Ketahanan Pangan Propinsi Kalimantan Selatan, Bapak Ir. Waluyo, MP sebagai kepala Bidang Konsumsi Pangan, Badan Ketahanan Pangan Propinsi Kalimantan Selatan, Ibu Ir. Hj. Rodinah, MS sebagai Dekan Fakultas Pertanian UNLAM serta ibu DR. Rini Hustiany, STP, MSi sebagai dosen PS Teknologi Industri Pertanian Fakultas Pertanian, UNLAM sekaligus sebagai anggota Tim Pemberdayaan Perbaikan Ekonomi dan Gizi Keluarga, Pusat Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.

Jepa-jepa adalah makanan dari singkong yang biasa dikonsumsi dengan menambahkan lauk dan sayur. Pada kesempatan ini lauk yang ditambahkan adalah pindang kakap, ikan sepat asin goreng, ikan sepat pakasam sambal goreng, manday tiwadak goreng, manday tiwadak oseng-oseng, sayur pare dan sayur kacang panjang.
Mahasiswa PS Teknologi Industri Pertanian Fakultas Pertanian UNLAM dengan penuh suka cita mencicipi jepa-jepa yang baru dikenal oleh mereka. Ada yang mengambilnya banyak dan ada juga yang mengambilnya sedikit.

Kegiatan ini sebenarnya tidak hanya untuk satu kali pelaksanaannya saja, akan tetapi diharapkan untuk waktu selanjutnya akan ada suatu kantin yang menyediakan makanan yang berbasiskan bahan pangan lokal, seperti jepa-jepa.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sosialiasi soto Banjar singkong pada tanggal 19 November 2009. Makanan ini merupakan makanan soto Banjar yang terkenal kelezatannya dengan menggantikan ketupat dengan singkong. Di daerah Pangkalanbun, Kalimantan Tengah dikenal dengan sebutan soto Manggala.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 188.44 /021A/KUM/2009 tentang pembentukan Tim Pembina Ketahanan Pangan, Tim Ahli, Tim Teknis dan Tim Monitoring dan Evaluasi Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) Provinsi Kalimantan Selatan, menimbang bahwa untuk lebih menunjang kelancaran kegiatan operasional pemantapan ketahanan pangan maka dibentuk salah satunya adalah Tim Ahli Dewan Ketahanan Pangan (DKP).

Sebagai bentuk pengabdian dalam Tri Darma Perguruan Tinggi yang diwujudkan Universitas Lambung Mangkurat dalam membantu memberikan dan merekomendasikan kebijakan mengenai Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, pada Tahun 2009 atas permohonan Dewan Ketahanan Pangan Provinsi di Banjarbaru maka disusunlah Tim Ahli DKP Provinsi beranggotakan 8 orang dimana 4 diantaranya adalah wakil dari UNLAM berasal dari staf dosen berkompetensi sesuai bidang keahlian dengan strata pendidikan minimal doktor (S3). Diantara 4 orang Tim Ahli DKP dari UNLAM, terdapat 3 orang berasal dari Fakultas Pertanian UNLAM Banjarbaru. Hal ini menggembirakan mengingat Faperta masih dipandang unggul untuk menghasilkan banyak dosen berkualitas dan berdedikasi tinggi yang mampu memberikan sumbangan berarti bagi provinsi Kalimantan Selatan. Secara lengkap susunan keanggotaan Tim Ahli DKP Provinsi Kalimantan Selatan yang disahkan Gubernur pada tanggal 14 Januari 2009 selengkapnya sebagai berikut :

Susunan Keanggotaan Tim Ahli Dewan Ketahanan Pangan
Provinsi Kalimantan Selatan

No Nama Jabatan Instansi
1 Dr.H. M. Yunus Jarmie,MS Ketua
2 Ir. H. Fauzi Mahfoed,MS Sekretaris DKP Banjarbaru
3 Dr.Ir. Hesty Heryani,M.Si Anggota Faperta UNLAM
4 Prof. Dr.Ir. Emmy Sri Mahreda Anggota Faperikan UNLAM
5 Dr.Ir. Danang Biyatmoko,M.Si Anggota Faperta UNLAM
6 Dr. Riny Hustiany,STP,M.Si Anggota Faperta UNLAM
7 Dr.Ir.H. Ahmad Jumberi Anggota Balitra Banjarbaru
8 Dr.Ir. H. Sabran,MS Anggota BPTP Banjarbaru

Tugas Tim Ahli Dewan Ketahanan Pangan dimaksud pada Diktum kesatu keputusan ini adalah :

Membantu Dewan Ketahanan Pangan dalam menghimpun, mengolah dan menyajikan bahan perumusan kebijakan Pemantapan Ketahanan Pangan, serta memberikan masukan kepada Dewan Ketahanan Pangan yang berkaitan dengan upaya-upaya Pemantapan Ketahanan Pangan.

Kegiatan Tim Ahli DKP Tahun 2009:

Unit kerja Tim Ahli di DKP terbagi ke dalam 3 (tiga) aspek meliputi aspek Konsumsi, Ketersediaan dan Distribusi. Tim Ahli DKP ini mulai mengadakan rapat koordinasi di medio pertengahan tahun 2009 dan membuat rencana kerja bersama dan terprogram untuk dilaksanakan di tahun 2009. Di awal pertemuan juga mengevaluasi kegiatan Tim Ahli DKP pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2008 untuk memperbaiki kinerja dan program yang belum sepenuhnya berjalan karena terbatasnya anggaran di tahun 2008, sehingga di tahun 2009 akan lebih efektif dan lebih baik.

Tim Ahli DKP mulai turun ke 13 Kabupaten / Kota di provinsi Kalimantan Selatan, mulai bulan Agustus di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Selanjutnya pada bulan September turun mengunjungi Kantor atau Badan Ketahanan Pangan di Kabupaten Tapin, HSS, HST, Balangan, Tanah Laut, Banjarmasin, Batola, bulan Nopember mengunjungi KabupatenTanah Bumbu dan Kotabaru, dan diakhiri pada akhir bulan Desember di Kabupaten HSU dan Tabalong.

Kegiatan yang dilaksanakan di kabupaten/kota adalah presentasi masing-masing aspek (Konsumsi, Ketersediaan dan Distribusi) bidang Tim Ahli untuk memberikan masukan, saran dan solusi dari kebijakan ketahan pangan dan profil kondisi ketahan pangan di masing-masing kabupaten/kota yang dikunjungi. Respon yang diperoleh sangat beragam akan tetapi secara umum mereka memberi apresiasi terhadap kinerja Tim Ahli di kabupaten. Kendala dan hambatan serta strategi kebijakan dalam ketahanan pangan di masing-masing kabupaten tidak selalu uniform, dimana sebagian lebih bersifat lokal spesifik sesuai potensi yang ada di daerahnya. Akan tetapi arah kebijakan yang dibuat tetap mengacu pada koridor kebijakan DKP provinsi sehingga pencapaian target tetap menjadi prioritas kebijakan di daerah.

Pada tahun 2009, kendala paling banyak dijumpai dalam pengembangan kebijakan ketahanan pangan adalah keterbatasan sumberdaya di kantor ketahanan pangan atau badan ketahan pangan kabupaten/kota yang relatif masih baru, sehingga belum running program-program dan capaian indikator program. Pada aspek ”Konsumsi” paling banyak kendala pada aspek keamanan pangan belum dapat diatasi dengan baik dari residu obat/antibiotika, logam berat, pestisida, formalin, dan penggunaan bahan pengawet yang dilarang, pewarna bahan makanan dari tekstil dan pemanis buatan . Kendala kedua adalah masih minimnya sosialisasi dan upaya diversifikasi bahan pangan asal non beras dan non terigu untuk penganekaragaman pangan, agar ketergantungan pada beras dan terigu yang tinggi dapat dikurangi. Pada aspek ”Distribusi” terlihat masih kurang meratanya distribusi dan penyaluran bahan pangan sampai ke daerah yang terpelosok, sehingga menyebabkan kurang meratanya pemenuhan gizi dan masih mahalnya harga bahan pangan yang menyebabkan meningkatnya inflasi bahan pangan tertentu. Disisi lain akibat kurang terpantaunya stok bahan pangan khususnya padi yang keluar dan masuk di suatu daerah menyebabkan harga beras penetapan pemerintah dalam bentuk HPP (Harga Pembelian Pemerintah) kurang mensejahterakan petani dan merugikan LUEP (Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan) yang dikembangkan dalam program Ketahanan Pangan di semua kabupaten/kota. Pada aspek ”Ketersediaan” kondisi surplus beras dalam perhitungan kabupaten/kota ternyata pada beberapa kabupaten/kota berbeda faktanya dengan stok beras yang ada di kabupaten/kota bersangkutan, sehingga menyulitkan dalam menerapkan kebijakan pangan khususnya komoditas beras di kabupaten/kota yang bias. Kesalahan dalam perhitungan analisis ketersediaan beras yang berbeda dengan asumsi-asumsi perhitungan pada angka losses panen, kebutuhan untuk bibit, sebagai pakan ternak, dll yang berbeda di masing-masing kabupaten/kota menjadi salah satu satu faktor yang ditemukan menjadi penyebab hal tersebut. Hal ini ditindak lanjuti oleh DKP provinsi dengan menyelenggarakan pelatihan staf kantor/badan ketahan pangan kabupaten/kota dengan mentor dari Jakarta pada bulan Nopember 2009 untuk menyamakan persepsi sehingga di tahun berikutnya segala perhitungan menyengkut analisis ketersediaan menjadi seragam dan benar.

Pada akhirnya, Tim Ahli DKP khususnya yang berasal dari Faperta UNLAM berterimakasih banyak kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Rektor UNLAM yang telah menunjuk kami sebagai anggota TIM Ahli, DKP provinsi Kalimantan Selatan dan para kepala dan staf Kantor/Badan Ketahanan Pangan di 13 Kabupaten/Kota yang selama tahun 2009 secara bersama –sama bekerjasama dengan baik dengan kami, semoga masukan dan saran kami dapat diterima dengan baik dan menjadikan kondisi ketahanan pangan Kalimantan Selatan lebih baik di tahun selanjutnya,

Semoga masih bersua lagi di tahun berikutnya, selamat bekerja dan semoga sukses.

Dalam upaya memantapkan peran perguruan tinggi sebagai barometer pendidikan dan wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat secara luas, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru pada hari Senin, tanggal 28 September 2009 kembali menyelenggarakan acara Pelepasan Sarjana Pertanian dan Peternakan. Upacara Pelepasan Sarjana Program S-1 kali ini adalah merupakan Yudisium ke-129 dan ke-130 pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2008/2009 di Lingkungan Fakultas Pertanian. Acara ini dilangsungkan mulai pukul 9.30 Wita, betempat di Gedung Serbaguna UNLAM di jalan A.Yani Km. 36 Banjarbaru.

Dihadiri oleh segenp pejabat Fakultas setingkat Dekan, Pembantu Dekan, Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi, berlangsung cukup hikmat dan berjalan lancar dengan rangkaian acara yang telah disusun. Acara ini juga dihadiri oleh keluarga dan kerabat dari para Sarjana Pertanian yang terlibat dari berbagai kabupaten/kota yang tersebar di Kalimantan Selatan, bahkan beberapa lulusan sarjana berasal dari provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Fakultas Pertanian UNLAM masih menjadi barometer pendidikan tinggi yang berkualitas, dengan kualitas pendidikan dan kualitas lulusan yang semakin diakui oleh masyarakat, termasuk instansi pemerintah dan swasta saat ini.

Sejak berdiri hingga saat ini, Faperta UNLAM telah berhasil meluluskan 3.596 sarjana, terdiri dari 3.511 orang Sarjana Pertanian bergelar SP dan 85 orang Sarjana Peternakan bergelar SPt. Khusus PS Produksi Ternak yang berdiri sejak tahun 2000, mulai meluluskan sarjana Peternakan mulai tahun 2005, sementara PS Tekhnologi Industri Pertanian (TIP) yang merupakan Program Studi paling muda masih belum meluluskan sarjana pertamanya.

Upacara Pelepasan dibuka oleh Dekan Faperta UNLAM Ir. Hj. Rodinah, M.S, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Hymne UNLAM ”Waja Sampai Kaputing” oleh paduan suara mahasiswa Faperta UNLAM. Sedangkan Pembacaan Surat Keputusan Dekan Faperta tentang Yudisium Program S-1 ke-129 dan ke-130, dibacakan oleh Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian yaitu Ir. H. Syaifuddin, M.S. Sementara itu HARISA NOVITA YULIANI,S.P sebagai lulusan terbaik I Yudisium ke 129 dan 130 ini juga memberukan kesan dan pesan selama menjalani studi di fakultas, tak ketinggalan sambutan juga disampaikan oleh wakil orang tua lulusan terbaik.

Pada Upacara Pelepasan Sarjana kali ini diikuti oleh 50 sarjana berasal dari 6 program studi meliputi 46 Sarjana Pertanian (program studi Agronomi, Ilmu Tanah, Hama dan Penyakit Tumbuhan, Agribisnis, dan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) dan 4 Sarjana Peternakan (prodi Produksi Ternak). Sementara itu yang berhasil meraih predikat sebagai Lulusan terbaik I atas nama HARISA NOVITA YULIANI,S.P (NIM E1D2 05002) IPK 3,72 dengan kualifikasi lulusan Lulus dengan Pujian dari Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP), Lulusan terbaik II atas nama KARINA CITRA DEWI,S.P (NIM E1A1 05011) IPK 3,65 dengan kualifikasi lulusan Lulus dengan Pujian dari Prodi Agronomi, dan Lulusan terbaik III atas nama NURINDAH SAFITRI,S.P 9NIM E1D1 05008) IPK 3,58 dengan kualifikasi lulusan Lulus dengan Pujian dari Prodi Agribisnis.

Diskus Gapki

Diskusi Publik bertajuk Dampak Penerapan Perda Nomor 03/2008 Terhadap Kelangsungan Investasi Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Pekebun di Kalimantan Selatan diselenggarakan untuk merespon gejala munculnya  keresahan serius di kalangan masyarakat perkebunan (Pengusaha dan Pekebun sawit) khususnya. Baik secara langsung atau tidak langsung penerapan Perda Nomor 03/2008 yang dinilai kurang aspiratif, dan tidak melibatkan stakeholders (Pengusaha dan Pekebun), ternyata cenderung mempunyai pengaruh negatif terhadap peningkatan  kesejahteraan petani/pekebun di Kalimantan Selatan.

Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat sebagai bagian salah satu Perguruan Tinggi yang secara akademis (melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi),  mempunyai hubungan dan tanggung jawab yang besar, terhadap aktivitas pendidikan dan pengajaran, kegiatan penelitian/kajian-kajian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat/pemberdayaan masyarakat pertanian. Untuk meredam keresahan, kesimpangsiuran opini yang berkembang di lapangan,  bersama Radar Banjarmasin Forum, kami merasa terpanggil untuk memfasilitasi  berbagai pihak terkait melalui diskusi publik yang telah diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2009. Tujuan yang paling pokok adalah menghimpun berbagai masukan, membahas bersama permasalahan, dan mencari solusi terbaik bagi kelangsungan, masa depan masyarakat pertanian/perkebunan dan pembangunan daerah Kalimantan Selatan.

Rumusan-rumusan yang dihasilkan dari diskusi tersebut adalah sebagai berikut:

Tinjau Ulang Pergub No.61/2009, dalam hal:

Peraturan teknis pemberian dispensasi kepada angkutan Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari areal perkebunan besar, antara lain: (i) Teknis pemasangan sticker, (ii) Alternatif pengganti sticker sebagai penanda kendaraan yang mendapat dispensasi.(iii) Jumlah kendaraan angkutan yang mendapatkan dispensasi, (iv) Penertiban restribusi angkutan melewati pos timbang

Ketidaksesuaian dengan pasal pada Perda No.03/2008: Dalam Perda No. 03/2008 tidak diatur mengenai larangan kendaraan pengangkut TBS yang berasal dari areal perkebunan petani mandiri untuk melewati jalan umum, namun di dalam Pergub No. 61 Tahun 2009 Pasal 4 Ayat 2 diatur mengenai dispensasi bagi kendaraan tersebut, dalam hal ini agar kendaraan angkutan dari petani/kelompok tani dibebaskan menggunakan jalan umum.

Tinjau ulang Perda No. 3 Tahun 2008, dalam hal:

Kendaraan angkutan TBS tidak perlu dilarang melewati jalan umum dengan alasan: Kendaraan angkutan TBS tidak mendominasi jalan (tidak konvoi), karena begitu panen, TBS harus langsung segera dibawa ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk diolah lebih lanjut menjadi minyak sawit mentah / Crude Palm Oil (CPO). Keterlambatan (lebih dari 24 jam setelah panen) dalam pengantaran menuju PKS akan mengakibatkan kerusakan pada TBS, sehingga ditolak oleh PKS.

Kendaraan angkutan TBS tidak melebihi tonase yang diperbolehkan, karena badan jalan yang tersedia di areal perkebunan tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan besar seperti Fuso, sehingga tidak mengancam konstruksi jalan umum.

Kendaraan angkutan TBS tidak menimbulkan pencemaran udara seperti yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan pernapasan penduduk sekitar jalan umum.

Seharusnya diperlakukan sama dengan angkutan lain yang membawa buah dan sayuran segar hasil pertanian, seperti pisang,sayuran, dll.

Penerapan Perda No.03/2008 mengancam keberlangsungan investasi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan. Karena operasional/pengangkutan hasil panennya masih sangat bergantung pada penggunaan jalan umum, karena: (1) Perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak memiliki modal yang cukup untuk membangun sendiri jalan khusus; (2) tidak semua perusahaan perkebunan dapat membangun pabrik sendiri karena skala usahanya kecil, tidak cukup sumber air dan lokasi kebunnya yang terpencar; (3) TBS adalah bahan mudah rusak (perishable goods) atau memiliki umur simpan yang singkat yaitu tidak melebihi 24 jam setelah panen, sehingga kemudahan akses mobilisasi TBS dari areal perkebunan menuju PKS adalah sangat krusial.

Iklim investasi yang tidak kondusif bagi perkebunan sawit yang diperkirakan dapat terjadi pasca penerapan Perda No. 3 Tahun 2008, selanjutnya dapat mengganggu mata pencaharian petani/masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya dari TBS, dan lebih jauh mengganggu taraf kesejahteraan masyarakat dengan segala dampak negatifnya

Rumusan ini sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Selatan sebagai bahan evaluasi (disampaikan secara tertulis kepada Gubernur dan atau DPRD), sementara peluang untuk revisi Pergub maupun Perda tetap terbuka melalui judicial review dan executive review.

Posted by: Faperta Unlam | November 11, 2009

Silaturahmi Keluarga Besar Fakultas Pertanian UNLAM

Masih dalam bulan Syawal dan suasana Hari Raya Idul Fitri 1430 H, tepatnya pada tanggal 10 Oktober 2009, keluarga besar Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat mengadakan acara silaturahmi Halal Bihalal, sekaligus memperingati hari jadi Fakultas Pertanian Unlam yang ke-48 (3 oktober 1961). Pada acara yang digelar di Aula Hasan Basry tersebut dimulai dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Hj. Rodinah, MS, yang menyampaikan beberapa hal penting, termasuk di antaranya adalah data terakhir jumlah mahasiswa baru Tahun Ajaran 2009/2010 yang telah terdaftar ulang, dengan jumlah total 182 orang yang terbagi dalam empat program studi, yaitu: Agribisnis (75 orang),  Agroekoteknologi (50 orang), Produksi Ternak (22 orang), dan Teknologi Industri Pertanian (45 orang). Selain itu juga disampaikan mengenai aset dan kegiatan di Unit Pelaksana Teknis / Kebun Percobaan yang ada di Sungai Riam, Kab. Tanah Laut dan Sungai Rangas di Kab. Banjar. Setelah sambutan, kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan bagi Dosen Berprestasi (Dr. Ismet Setya Budi, MS), Kaprodi Berprestasi (Dr. Hesty Heryani, M.Si), serta Mahasiswa Berprestasi (Sdri. Maulida Fatmawardhani). Penghargaan juga diberikan kepada para staf yang baru saja purna tugas, yaitu Ir. Syarifuddin A. Kasim, selaku dosen di Jurusan Ilmu Tanah dan empat staf administrasi  yaitu, Drs. Lahmudin Rifani, Hj. Marainah, Hj. Rosmani Humairi, dan Bp. Ruslani.

Pada acara yang dihadiri oleh hampir seluruh staf dosen dan administratif serta para sesepuh fakultas tersebut, juga sekaligus sebagai acara pelepasan Haji salah satu staf dosen, yaitu atas nama Bapak Ir. Sadik Ikhsan, M.Sc beserta istri. Sebagai inti acara, sebuah siraman rohani mengenai arti dan makna Halal Bihalal serta nasihat-nasihat dalam rangka ibadah haji disampaikan dengan sangat menarik oleh Bp. H. Husein Dimyati. Setelah itu, acara ditutup dengan pembacaan doa dan kemudian saling salam-salaman yang menjadi simbol saling memaafkan dan mengikhlaskan kekehilafan satu sama lain. Pada akhir acara, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. H. M. Rasmadi, MS  juga berkenan hadir untuk bersilaturahmi dengan keluarga besarnya yang ada di Fakultas Pertanian.

« Newer Posts - Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.